Senin, 14 Januari 2013

suku arfak papua



Suku Arfak, Pulau Papua
Indonesia memang disebut negeri yang beranekaragam. Selaras dengan semboyan kita yaitu Bhineka Tunggal Ika, masyarakat Indonesia memang penuh kebhinekaan dan keanekaragaman. Dari Beragam-ragam suku dengan berbagai macam kebudayaan dan tradisinya masing-masing yang menghiasi bumi kita pertiwi ini. Salahsatunya adalah suku Arfak.
Suku Arfak ialah suatu suku yang rata-rata masyarakatnya tinggal di tempat pegunungan di sekitar daerah Manokwari. Pada jaman dahulu suku Arfak sudah sangat dikenal oleh beberapa Negara penjajah salah satunya ialah Negara Belanda dan Portugis, penyebab suku arfak ini terkenal oleh para negara penjajah ialah suku Arfak sebagai perantara dalam ekpansasi Belanda dan Portugis.
Suku Arfak memiliki nama dan bentuk rumah yang begitu unikya itu rumah Kaki Seribu, rumah ini terbuat dari beberapa jumlah kayu dan ilalang-ilalang, rumah ini memeliki dua pintuyaitu pintu depan dan belakang namun rumah ini tidak memiliki jendela, yang uniknya dari rumah ini ialah rumah ini bentuk rekonsturksinya berbentuk rumah panggung dan seluruh bahan bangunannya ini berasal dari kayu/bambu dan atap rumahnya ini terbuat dari ilalang-ilalan grumput.
Suku Arfak ini juga terkenal dengan Tari Magasa yang dikenal oleh orang awam sebagai Tari Ular. Kenapa disebut dengan tarian ular karena tarian ini formasi taruan tarian ini yang menyerupai liukan ular yang mengikuti irama lagu yang dinyanyikan. Tarian ini biasanya digelar pada acara ulang tahun, perkawinan, panenraya, penyambutan tamu dan acara penting lainnya. Tarian ini biasanya dilakukan secara berkelompok oleh semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda. Namun secara idealnya tarian ini dilakukan dengan berpasangan antara pria dan wanita, bergandengan tangan, saling himpit, melompat dan menghentakan kaki ketanah. Biasanya tarian ini menceritakan tentang romantisme, kepahlawanan hingga keindahan alam.
Sifat dan watak suku Arfak adalah yang suka berkerja keras dan selalu berinovatif dalam masalah perkebunan, yang dinggap berinovatif ituialah suku arfak selalu tidak pernah menyia-nyiakan lahan kosong baik perkebunan maupun perbukitan dan setiap yang tanam oleh suku arfak ialah tanaman ubi-ubian dan tanaman lainnya dan kegiatan penanaman tersebut adalah kegiatan sehari-hari suku arfak baik orang dewasa maupun kaum orang tua, namun kegiatan tersebut hanya dilakukan oleh kaum wanita saja bukan dengan kaum laki-laki dan tugas bagi kaum laki-laki adalah berburu hewan di hutan belantara atau semak-semak tempat hewan buruan tersebut sering muncul, nantinya hewan buruan tersebut itu akan menjadi santapan makanan mereka bersama-sama untuk sehari-hari, jika kaum laki-laki belum mendapatkan buruannya maka kaum laki-laki akan memanfaatkan makanan hasil kebun mereka masing-masing.
Ini adalah sebuah gambar dari rumah kaki seribu suku arfak




Dan  ini adalah sebuah gambar dari kaum laki-laki sedang berburu hewan di hutan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar